Seminar Awam : Kanker Serviks dan Pencegahan

Print
Last Updated on Saturday, 30 June 2012

 Pada hari Sabtu tanggal 23 Juni 2012 bertempat di Ballroom Plaza Simas Jakarta Pusat, Rumah Sakit Permata Cibubur bekerja sama dengan Asuransi Sinarmas, PT. MSD dan PT. Johnson & Jhonson mengadakan seminar kesehatan bagi masyarakat awam bertemakan kesehatan reproduksi wanita.  Seminar yang diadakan bagi peserta Simas Sehat Corporate ini berjudul “Kanker Serviks dan Pencegahannya” dibawakan oleh dr. Fredrico Patria,SpOG, salah satu dokter spesialis kebidanan dan kandungan yang berpraktek di RS Permata Cibubur.  Seminar tersebut dihadiri oleh sekitar 98 peserta Simas Sehat Corporate .

 

Kanker serviks merupakan jenis kanker pada wanita yang paling sering ditemukan dan memiliki mortalitas tertinggi. Bahkan di seluruh dunia, setiap 2 menit seorang wanita meninggal dunia akibat penyakit ini. Di Indonesia, setiap 1 jam seorang wanita meninggal dunia karena kanker serviks. Berdasarkan data Globocan 2002, lebih dari 700 perempuan di dunia meninggal setiap hari karena kanker serviks, 80% dari kasus tersebut terjadi di negara - negara berkembang. Seminar dibuka dengan pengenalan mengenai anatomi serviks sebagai organ reproduksi wanita, dan perjalanan penyakit dari organ yang sehat hingga menjadi sel-sel kanker, dan cara pencegahannya.

 

   

Kanker serviks merupakan satu-satunya kanker yang diketahui penyebabnya, yaitu Human Papilloma Virus (HPV). HPV terdiri atas beberapa tipe, dengan tipe yang paling sering ditemukan adalah tipe 16 dan 18. Letak serviks yang mudah terkena trauma menyebabkan HPV mudah menginfeksi organ ini sehingga menyebabkan kanker serviks.

 

Gejala-gejala yang muncul antara lain adalah perdarahan dari vagina di luar waktu haid, keputihan yang berbau dan bercampur darah, nyeri panggul dan tidak bisa buang air kecil. Yang perlu diperhatikan adalah bahwa pada stadium awal, kanker ini sering tidak menimbulkan gejala sehingga penderita umumnya terlambat datang untuk mencari pertolongan medis.

 

Kanker serviks menimbulkan beban yang besar bagi penderitanya, tidak hanya secara finansial karena pengobatannya memerlukan biaya yang sangat besar, tetapi juga mengganggu kualitas hidup seorang wanita secara psikis, fisik, dan seksual. kanker ini paling banyak ditemukan pada wanita usia reproduktif yaitu usia 35 sampai 55 tahun. Namun,kebanyakan diantara mereka mungkin terinfeksi HPV dimasa remajanya. Karena itu, edukasi perlu dilakukan secara terus menerus bagi masyarakat awam seperti seminar atau penyuluhan.

 

Karena perjalanan penyakitnya yang lama dan penyebabnya telah diketahui, sehingga membuat penyakit ini dapat dicegah. Pencegahan kanker serviks dapat dilakukan dengan cara vaksinasi. Vaksinasi dapat memberikan perlindungan, idealnya vaksinasi diberikan sebelum aktif secara seksual. Pencegahan lainnya yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan deteksi dini atau skrining secara rutin, melalui pemeriksaan papsmear serta konsultasi berkala dengan dokter.

 

Pentingnya pembahasan mengenai kanker serviks ini juga disadari oleh semua peserta seminar awam ini. Hal ini ditunjukkan dengan hidupnya sesi tanya jawab pada akhir seminar.Antusiasme tidak hanya ditunjukkan oleh peserta wanita, tetapi juga oleh beberapa peserta pria. Pada akhir seminar dapat ditarik kesimpulan bahwa setiap wanita berisiko terkena kanker serviks sehingga pencegahan dapat dilakukan sedini mungkin dengan vaksinasi dan konsultasi secara berkala dengan dokter.(Dwitya QA & dr. Azwin)

 

Login Form

Tuesday the 21st. Design: Hostgator Coupon.
RSPC 2012

©